Berbicaralah Yang Baik Atau Diamlah

Berbicaralah Yang Baik Atau Diamlah

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – « مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَصْمُتْ » .

Artinya: “Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Barangsiapa yang beriman kepada Allah & hari akhir maka hendaklah ia mengatakan yang baik atau hendaklah ia diam.” 

(HR. Bukhari.)

Pelajaran yang terdapat di dalam Hadist:
1- Diantara hal yang dapat menjaga lisan dari penyakit-penyakitnya adalah;
Membiasakan diam kecuali untuk perkataan yang mengandung kebaikan dan manfaat
2- Bahwa berkata yang baik seperti berdzikir kepada Allah, membaca Al Quran & amalan- amalan baik lebih baik daripada berdiam, demikian pula berbicara dengan kebenaran seluruhnya & mengadakan perdamaian diantara manusia & apa saja yang semisal dengannya, & sesungguhnya diam yang terpuji adalah diam dari perkataan yang bathil.”
Lihat kitab At Tamhid Lima Fi Al Muwaththa’ Min Al Ma’ani wa Al Asanid, 22/20.
3- Ali Bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu berkata: “Tidak ada kebaikan di dalam diam dari ilmu sebagaiman tidak ad kebaikan di dalam perkataan yang batil.” Lihat Kitab Gharaib Al Furqan wa Gharaib Al Furqan, 1/227.

Tema Hadist berkaitan dengan Al-Qur'an :

1- Perkataan anak Adam memudaratkan dirinya, tidak memberikan manfaat bagi dirinya, kecuali zikrullah, atau menganjurkan kebajikan, atau melarang perbuatan mungkar.

لَا خَيْرَ فِي كَثِيرٍ مِنْ نَجْواهُمْ إِلاَّ مَنْ أَمَرَ بِصَدَقَةٍ أَوْ مَعْرُوفٍ أَوْ إِصْلاحٍ بَيْنَ النَّاسِ وَمَنْ يَفْعَلْ ذلِكَ ابْتِغاءَ مَرْضاتِ اللَّهِ فَسَوْفَ نُؤْتِيهِ أَجْراً عَظِيماً

Tidak ada kebaikan pada kebanyakan bisikan- bisikan mereka, kecuali bisikan-bisikan dari orang yang menyuruh (manusia) memberi sedekah, atau berbuat makruf / mengadakan perdamaian di antara manusia. Dan barang siapa yang berbuat demikian karena mencari keridhaan Allah, maka kelak Kami memberi kepadanya pahala yang besar. 

[Q.S An Nisa :114]

2- Yaitu tiada suatu kalimat pun yang dikatakannya, melainkan ada malaikat yang selalu mengawasinya dan mencatatnya; tiada suatu kalimat pun yang tertinggal, dan tiada suatu gerakan pun yang tidak tercatat olehnya. 

مَا يَلْفِظُ مِنْ قَوْلٍ إِلا لَدَيْهِ رَقِيبٌ عَتِيدٌ

Tiada suatu ucapan pun yang diucapkannya, melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir. 

(Q.S Qaf: 18) 

Kajian Hari Ini

Sholawat Nabi
Nabi Muhammad SAW: siapa baca sholawat padaku 500x tidak akan miskin selamanya (takkan butuh pada orang lain hatinya/secara hakikat).