Bisnis Digital Tumbuh Positif Untuk Jangka Panjang

Bisnis Digital Tumbuh Positif Untuk Jangka Panjang

Tahun 2022 sebagai saat yang lebih melawan untuk industri telekomunikasi. Kompetisi meraih cuan besar akan makin bersaing. Ririek Adriansyah, Ketua Federasi Pelaksana Telekomunikasi semua Indonesia (ATSI) menjelaskan secara industri bidang telekomunikasi akan tumbuh low singgel digit /tahun.

"Kami prediksikan industri terus akan tumbuh walau cuman ada kenaikan 3 % year on year," ungkapkan ia saat acara dialog tahun akhir yang diadakan IndoTelko lewat virtual.

Selanjutnya Direktur Khusus Telkom ini mengatakan, ada tiga baris usaha yang menyokong industri telekomunikasi sekarang ini. Ke-3 baris usaha itu yaitu sambungan, ICT, dan digital. Diprediksi berdasar data yang dia punyai dari tahun 2020 s/d 2024, baris usaha digital memberikan perkembangan yang positif dibanding dengan sambungan dan ICT.

Jika kita untuk baris usaha di industri telekomunikasi itu dapat saya berikan ada tiga hal. Pertama, sambungan. Sambungan ini diprediksi cuman akan tumbuh 4 % tiap tahun. Selanjutnya yang ke-2 ialah ICT. Baris usaha ICT ini misalnya seperti data center. Itu diprediksi capai 8 % perkembangannya. Sementara digital tumbuhnya ganda digit sekitaran 12 %.

Menurut Ririek, sebagai hal yang lumrah saat digital diprediksikan lebih baik dibanding dua baris usaha yang lain. Karena saat wabah berjalan, warga mulai lakukan peralihan kegiatan dari yang off-line jadi online. Peralihan sikap ini dipercaya terus akan bersambung walau wabah selesai.

Ini searah dengan bukti jika wabah selainnya warga akan condong kontakless dalam melakukan aktivitas tapi juga mereka akan memakai beragam service digital. Karenanya benar-benar dimengerti mengapa ICT dan digital dapat semakin tumbuh dibanding sambungan.

Melihat dari itu, di industri telekomunikasi sendiri beberapa perusahaan bersama-sama lakukan restrukturisasi portfolio. Seperti jual tower atau data center yang dipunyai untuk diinvestasikan ke baris usaha tertentu.

Indosat Ooredoo sudah jual 4.247 tower dan ada gagasan untuk melepaskan data centernya. Begitupun dengan XL yang sudah melepaskan 2 ribu lebih menara dan Telkomsel jual beberapa towernya ke Partnertel . Maka ada beberapa dinamika yang terjadi di industri telekomunikasi sekarang ini.