Istri Shalihah Sebaik-baik Nikmat Dunia

Istri Shalihah Sebaik-baik Nikmat Dunia

Hikmah:
Keluarga harmonis di dalamnya terdapat indikator nilai 2 keluarga yang sakinah, mawadah, warahmah. Yaitu keluarga yang penuh cinta kasih, kebahagiaan dan kedamaian.

Allâh Swt berfirman,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا

Artinya :
“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka. 

(Qs.At-Tahrim:6)

Rumah tangga yang bahagia dan harmonis merupakan idaman bagi setiap mukmin. Rasulullah Saw telah memberi teladan kepada kita, mengenai cara membina keharmonisan rumah tangga. Sungguh pada diri Rasûlullâh Saw itu terdapat teladan yang paling baik. Dan seorang suami harus menyadari, bahwa dalam rumahnya itu ada pahlawan di balik layar, pembawa ketenangan dan kesejukan, yakni sang istri. Dari Abdullah bin Umar r.a berkata bahwa Rasulullah Saw bersabda,

الدُّنْيَا كُلُّهَا مَتَاعٌ, وَخَيْرُ مَتَاعِ الدُّنْيَا الزَّوْجَةُ الصَّالِحَةُ

Artinya :
Dunia itu penuh dengan kenikmatan. Dan sebaik-baik kenikmatan dunia yaitu istri yang shalihah.

(HR. Muslim)

Membangun bahtera rumah tangga yang harmonis dan bahagia merupakan kewajiban bagi setiap pasangan yang telah mengikat tali pernikahan.

Agar cita-cita hidup bahagia berumah tangga bisa didapatkan, jalinan hubungan keduanya harus dilandasi dengan keterbukaan, kejujuran, kepercayaan, perhatian, pengertian, menerima kekurangan dan kelebihan,dan saling mendukung satu sama lain.

Membina rumah tangga bukan seperti saat menjalin hubungan pacaran. Ketika janji suci pernikahan diucapkan, ada tanggung jawab untuk menjaga janji itu hingga akhir hayat.

Rumah tangga yang bahagia tak selalu tentang berlimpah materi, rumah mewah, dan lain-lain. Makna sesungguhnya pernikahan adalah tentang kebersamaan, bersama menghadapi suka dan duka dalam membangun bahtera rumah tangga. 

Wallahu A'lam

Kajian Hari Ini

Sholawat Nabi
Seorang Zahid mimpi ketemu Nabi Muhammad SAW tapi Nabi mencuekinya. "Ya Nabi kenapa engkau tidak hirau padaku, bukankah nabi itu mengenali umatnya seperti orang tua mengenali anaknya seperti kata ulama?" Betul ulama, memang Nabi mengenali umatnya lebih dari orang tua mengenali anaknya tapi buat mereka yang baca sholawat untuk Nabi sebanyak banyaknya.