Siapa Yang Dicintai Allah Ta'ala?

Siapa Yang Dicintai Allah Ta'ala?

أَحَبُّ النَّاسِ إِلَى اللهِ أَنفَعُهُم لِلنَّاسِ 

“Manusia yang paling dicintai Allah, adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya.” 

(at-Thabrani dalam as-Shaghir, 862 – majma’ zawaid 13708)

Kandungan Hadits

1. Kewajiban kaum beriman sebagai hamba Allah, adalah berusaha memberikan manfaat kepada orang lain sesuai potensi yang dimiliki. Kita tidak diminta agar semuanya menjadi dai. Atau menjadi orang kaya yang dermawan. Atau menjadi pejabat yang bisa memberi banyak kemudahan bagi lingkungan. Namun masing-masing diminta untuk menjalankan tugas dan kewajibannya sebagai hamba Allah dan berusaha memberikan manfaat sesuai potensi yang dimiliki.

2. Manusia yang dicintai Allah, adalah yang menebar kebermafaatan dalam kehidupannya, sehingga keutamaan dari Allah subhanahu Wata’ala akan menjauhkan dari kekhawatiran, ketakutan dan kegelisahan batin. Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda: 

مَنْ نَفَّسَ عَنْ مُؤْمِنٍ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ الدُّنْيَا نَفَّسَ الله عَنْهُ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ, ةِ وَمَنْ يَسَّرَ عَلَى مُعْسِرٍ يَسَّرَ الله عَلَيْهِ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ 

“Barang siapa yang memudah kesulitan seorang mu’min dari berbagai kesulitan-kesulitan dunia, Allah akan memudahkan kesulitan-kesulitannya pada hari kiamat. Dan siapa yang memudahkan orang yang sedang dalam kesulitan niscaya akan Allah memudahkan baginya di dunia dan akhirat” 

(HR. Muslim).

3. Dibutuhkan orang merupakan resep untuk sehat, panjang umur, dan berkecukupan. Ketika mengasih akan menerima, Giving is Receiving (memberi itu hakikatnya menerima). Toh, dalam Al-Qur’an, satu sedekah atau infaq Allah janjikan balasan hingga 700 kali lipat (QS. Al-Baqarah [2]: 261). Tentu semua mensyaratkan keikhlasan dan keseuaian dengan tuntunan Nabi Shalallahu alaihi wassalam.

4. Kebaikan yang di sampaikan pada pihak lain manfaatnya akan kembali untuk kebaikan diri kita sendiri. Tentunya diiringi ikhlas yang merupakan kunci diterimanya amalan kita. Allah akan membalas berlipatganda ketika amalan tersebut dijiwai dengan ikhlas. Allah Jalla wa ‘Alaa berfirman: 

إِنْ أَحْسَنْتُمْ أَحْسَنْتُمْ لِأَنْفُسِكُمْ 

“Jika kalian berbuat baik, sesungguhnya kalian berbuat baik bagi diri kalian sendiri” 

(QS. Al-Isra:7)